Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

" HANYA ENGKAU CINTAKU "



Hanya engkau kekasih hatiku
Surya untuk penghidupanku
Menerangi keseluruh kalbu
Dalam mengarungi lautan cinta
Oh….betapakah
Riang ria jiwaku di sampingmu
Bercinta dan berkasih dalam mimpi
Hanya engkau tujuanku satu
Hanya Engkau cintaku seorang
Dikau manis bagaikan bidadari kayangan
Yang turun ke bumi berselendang pelangi
Kujemput engkau dalam rangkulannya hangat rinduku
Engkaulah rembulan bercahyakan bintang asmara
Engkaulah embun sakti dini hari
Dengarkanlah hatiku menyanyi
Menyanyikan lagu rindu tak berkeputusan

Senin, 26 September 2011

" Tidak Selamanya "



Pagi tidak selamanya menggumamkan cinta
Tetesan embun berangkat dijemput hujan kelabu
Kutilang tidak lagi melantunkan keriangan
Tenggelam dalam sepi
Derai lembut angin di pucuk dedaunan hijau terhenti
Desah angin daratan di laut membiru telah lalu
Yang ada hanya gelombang menghempas badai
Rembang petang tidak lagi berhias pelangi
Kemuning senja bermuram durja
Rembulan berlalu terhapus kelamnya malam
Bintang gemintang kehilangan kelipnya
Aroma sedap malam tersapu derunya sepi
Itulah rona kehidupan dalam lukisan
Adegan adegan dalam rentang waktu
Dunia sandiwara penuh gelak tawa
Akan usai kehabisan cerita
Tinggalah sepi sendiri memagut sunyi
Kehilangan rindu dan cinta masa lalu
Menunggu datangnya kisah-kisah baru kehidupan
(by : musni Japrie )

Kamis, 15 September 2011

KUGENGGAM JEMARI-MU

Sehati kita berdua nyanyikan lagu rindu
Kugengam jemarimu dalam sekeranjang bunga
Sebiduk berdua melaju disamudera cinta
Desah cemara laut dibawah awan kemuning melepas senja
Melaju dijemput purnama mengarungi malam
Berpagut dalam selimut rembulan
Berpacu merebut idaman diujung kaki langit

Kugenggam mesra tanganmu manis
Kukalungkan pelangi yang dipetik dari rembang petang
Angin daratan gemulai mengembangkan layar
Buih memutih diujung gelombang menyongsong pelabuhan cinta
Berlabuhnya dua hati dalam kedamaian
Dalam hari-hari yang tak pernah sepi
Mereguk rindu yang tak pernah henti

Bagaikan merpati yang kembali kekandang
Setelah lelah terbang menjelajahi awan
Hati ini selalu terpaut rindu dekapan hangatmu
Wangi rumput-rumputan, hutan belantara dan seribu bunga
Terikat dalam hidup penuh gairah
Meski mentari merayapi petang
Dan akhir senja datang menjelang.

14 September 2011

Senin, 15 Agustus 2011

A D I N D A K U



By : Musni Japrie

Adindaku sayang
Engkau mentari pagi yang datang menjelang
Menyunggingkan sejum lembut merasuk kalbu
Meneteskan embun penyejuk jiwa
Membelai rasa terhanyut rindu

Adindaku sayang
Engkau mentari pagi datang menyingkap tirai
Mengajak bercanda dalam desahan nafas asmara
Terbuai berdua dalam nada-nada berahi
Bergayut diantara kuntum-kuntum bunga

Adindaku sayang
Engkau adalah rembulan yang datang dikala purnama
Bagaikan dewi malam yang lagi kasmaran
Berselendangkan gemerlap bintang
Diarak kerlip cahaya kunang-kunang senja
Engkau pagut aku dengan hangatnya cinta

Adindaku sayang
Engkau juita malam yang datang bersuluh bintang
Dibawa hembusan angin lembut membawa wewangian
Kubisikkan nyanyi rangkulah aku dalam mimpi indahmu
Selimuti aku dengan kasihmu
Buailah aku dengan kelembutan jiwamu hingga fajar terbentang

Adindaku sayang
Akankah mimpi indah ini berlabuh dipelabuhan terakhir
Meski senja mulai memerah tembaga
Ataukah dedaunan akan gugur berserakan dihembus angin selatan
Terhempas dalam sepi dan nestafa yang tidak berujung.

Tepian Mahakam, Agustus 2011

Selamat Jalan Kekasih



By : Musni Japrie

Rembang petang menjemput senja
B ayang-bayang terhapus sudah
Selendang pelangi dikaki langit melepas petang
Rerumputan di padang hijau berkerudung malam

Tirai panggung telah diturunkan
Usailah sudah cerita panjang perjalanan
Dentangan tangga nada melengking tinggi memutuskan dawai cinta
Pupuslah symponi rindu dua anak manusia

Engkau kayuh biduk barumu mengalir kemuara
Berlayar menuju pelabuhan tambatan dibalik senja
Meninggalkan jejak buih mengapung di laut lepas
Selamat jalan kekasih kubisikkan sendu

Kamis, 11 Agustus 2011

WAHAI KEKASIH



By : Musni japrie


Wahai kekasihku
Kulantunkan nada cintaku untukmu
Nada cinta yang penuh kerinduan untuk memelukmu
Rindu yang tak bertepi bergelayut dalam hayalku

Wahai yang tersayang
Dimatamu kulihat ada bayang-bayang
Anganku merengkuhmu dalam terawang
Tergoda aku akan candamu diantara bintang-bintang

Wahai adinda
Engkau bunga hati berhiaskan kemala cinta
Engkau balut rindumu dalam bisikan senja
Bagaikan burung kenari menari ria