Tampilkan postingan dengan label Sya'ir Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sya'ir Islami. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

" HANYA ENGKAU "



Hanya engkau
Mentari pagi penerang
Untuk penghidupanku
Menerangi keseluruh kalbu
Hanya Engkau
Sang rembulan
Penerang gelapnya malam
Menuntun digelap gulita malam
Hanya engkau tujuanku satu
Dikau tumpuan tempat aku kembali
Dengarkanlah hatiku mengadu
Di tengah kesepian malam hening tak berbintang
Hanyalah Engkau tempat meminta
Kepada-Mulah hatiku terpaut sudah
Tiada cinta lain, kecuali untuk-Mu
( by: musni Japrie )

Kamis, 08 September 2011

" KUFUR NIKMAT "




Purnama bertahta diatas singgasananya diufuk timur
Menyirimkan cahaya kemilau menerpa daun dan rerumputan hijau
Malam terang benderang bertaburan mutiara gemintang di kejauhan
Gemersik suara jangkerik menambah kesyahduan malam
Melukiskan indahnya malam dengan wewangian bunga memikat
Tergetarkah hati hamba memandang anugerah Illahi
Membisikkan tahmid memuji Sang Pemberi nikmat
Ataukah hanya terlena dan hanyut dalam hayal
Larut dalam suka ria yang melalaikan kesyukuran kepada-Nya

Betapa banyak anugerah nikmat yang tak ternilai
Mengalir dari sumber-Nya tak pernah surut
Silih berganti berdatangan beriringan menyapa setiap hamba
Dalam setiap desahan nafas terkandung nikmat tak terputus
Dalam setiap dentangan detik nikmat merajut jalinan hidup
Tetapi banyak hamba yang lupa kepada Rabb Sang Pemberi nikmat
Kebanyakan manusia hanya sibuk menghayati berbagai kenikmatan
Lisannya bisu dari melantunkan tahmid
Hatinya kaku dari mengagungkan Sang Khalik yang tak henti mengalirkan nikmat
Anggauta tubuhnya tak pernah mengamalkan ketaatan
Rukuk dan bersujud menghambakan diri di depan Sang Pencipta

Sungguh kebanyakan hamba telah ingkar
Kufur akan segala nikmat yang tidak dapat dihitung
Melupakan asal datangnya nikmat
Mereguk dengan rakus segala kenikmatan
Tidak segan menanggung beban hutang
Merangkul kenikmatan tanpa memberikan balasan
Walaupun hanya sekedar rasa syukur kepada Yang Memberi
Sungguh kebanyakan hamba telah kufur akan nikmat Allah

Tepian Mahakam, 7 Agustus 2011
( by: musni Japrie )

Rabu, 07 September 2011

" KUFUR NIKMAT '



Purnama bertahta diatas singgasananya diufuk timur
Menyirimkan cahaya kemilau menerpa daun dan rerumputan hijau
Malam terang benderang bertaburan mutiara gemintang di kejauhan
Gemersik suara jangkerik menambah kesyahduan malam
Melukiskan indahnya malam dengan wewangian bunga memikat
Tergetarkah hati hamba memandang anugerah Illahi
Membisikkan tahmid memuji Sang Pemberi nikmat
Ataukah hanya terlena dan hanyut dalam hayal
Larut dalam suka ria yang melalaikan kesyukuran kepada-Nya

Betapa banyak anugerah nikmat yang tak ternilai
Mengalir dari sumber-Nya tak pernah surut
Silih berganti berdatangan beriringan menyapa setiap hamba
Dalam setiap desahan nafas terkandung nikmat tak terputus
Dalam setiap dentangan detik nikmat merajut jalinan hidup
Tetapi banyak hamba yang lupa kepada Rabb Sang Pemberi nikmat
Kebanyakan manusia hanya sibuk menghayati berbagai kenikmatan
Lisannya bisu dari melantunkan tahmid
Hatinya kaku dari mengagungkan Sang Khalik yang tak henti mengalirkan nikmat
Anggauta tubuhnya tak pernah mengamalkan ketaatan
Rukuk dan bersujud menghambakan diri di depan Sang Pencipta

Sungguh kebanyakan hamba telah ingkar
Kufur akan segala nikmat yang tidak dapat dihitung
Melupakan asal datangnya nikmat
Mereguk dengan rakus segala kenikmatan
Tidak segan menanggung beban hutang
Merangkul kenikmatan tanpa memberikan balasan
Walaupun hanya sekedar rasa syukur kepada Yang Memberi
Sungguh kebanyakan hamba telah kufur akan nikmat Allah

Tepian Mahakam, 7 Agustus 2011
( by: musni Japrie )

Senin, 05 September 2011

SENJA KIAN MENDEKAT



Berdiri aku didepan cermin
Memandang dan merenungi diri
Ketampanan yang dibanggakan sirna dimakan zaman
Kini hanyalah sebatang tubuh yang merapuh
Mentari pagi yang ceria beringsut semakin meninggi
Rembang petang menjemput senja

Ketukan pintu penjemput pastilah datang
Menghantarkan ketempat penantian di liang lahat
Bergetar hati mengingatnya, menggigil ketakutan
Tubuh ini tidak mampu menanggung siksa
Yang meluluh lantakkan diri
Akibat acuh atas cinta dari-Nya

Tubuh yang rapuh dimakan umur
Bertabur diatasnya lumpur-lumpur kehidupan
Tubuh yang tidak pernah rukuk dan bersujud
Langkah kaki yang diayunkan ke kolam kenikmatan dunia
Lisan yang kaku dalam menyebut nama-Nya
Hati yang tidak pernah menyiratkan dzikir

Ketika senja semakin mendekat
Tergelitik untuk melantunkan taubat
Menetes penyesalan diri dari yang lampau
Ya Rabb, berikan kepada hamba lentera penerang
Ya Rabb, berikan magfirah-Mu
Ya Rabb, ketika pesuruh-Mu datang menjemput
Gerakkan hati dan lisanku mengingat-Mu
Mudahkan hamba menuju-Mu

Ujung Kota Tepian, 4 Syawal 1432 H
( by : musni japrie )

Sabtu, 03 September 2011

" BALASLAH CINTA-NYA "




Disingkapkan-Nya mentari pagi dari selaput malam
Merayap dengan cahaya lembut membangunkan segenap insan
Bergegas menangguk rezeki yang dihamparkan
Gambaran kecintaan Sang Maha Pemberi bagi segenap hamba-Nya
Meluaskan rezeki tanpa pilih kasih
Dengan takaran yang sesuai garis-Nya
Hamba yang bersyukur atau kufur memperoleh bagiannya
Karena kecintaan-Nya

Dipergantikan-Nya cahaya siang ajang menapaki hidup
Dengan senyum rembulan wadah bercengkrama
Diselimutkan-Nya malam dalam peluk kasih
Disisipi-Nya mimpi-mimpi indah dalam lelap
Bukti kecintaan-Nya pada hamba-hamba-Nya

Betapa sang khalik menebarkan cinta-Nya kesegenap hamba-Nya
Tak terhitung nikmat dituangkan dalam gelas-gelas kehidupan
Karena kecintaan dan kasih sayang-Nya
Hanya sedikit hamba yang membalas cinta-Nya
Sedikit hamba yang mensyukuri cinta-Nya

Betapa banyak yang tidak membalas cinta dan kasih sayang-Nya
Betapa banyak hamba lalai dalam membuktikan cinta kepada-Nya
Tidak sedikit hamba yang tidak pandai berterimakasih
Tidak sedikit hamba yang kufur nikmat dan cinta-Nya
Tidak sedikit hamba yang enggan mencintai-Nya

Hamba-hamba yang berleha-leha tanpa malu diatas bumi ciptaan-Nya
Berdendang riang dibawah payung langit buatan-Nya
Lupa yang ada pada dirinya sebagai nikmat-Nya
Melalaikan untuk sujud pada pemberi nikmat
Melarutkan diri dalam godaan hawa nafsu
Melabuhkan cinta kepada selain-Nya

Wahai hamba-hamba yang lalai
Bersegeralah berlari menuju-Nya
Balaslah cinta-Nya dengan mencintai-Nya
Mencintai-Nya dengan cinta diatas segala cinta
Rangkul dan jangan lepaskan cinta-Nya
Sebelum Dia palingkan Wajah-Nya

Tepian Mahakam, 3 Syawal 1432 H
( by : musni japrie )

Kamis, 01 September 2011

BERTASYBIH



Allah Maha Besar
Maha Suci Allah
Segala puji hanya Untuk Allah
Tidak ada Ilah selain Allah
Tiada ada daya kecuali Allah
Untaian kalimat takbir, tasybih dan tahmid
Lantunan lembut nada-nada rindu
Menyebut kebesaran Allah, kesucian dan pujian tanpa batas
Dalam zat dan sifat-Nya
Meresap kedalam sanubari
Menyusup kedalam lekuk-lekuk sanubari
Takbir, tasybih dan tahmid dibisikkan diri
Bersama takbir, tasybih dan tahmid alam jagat raya
Matahari, bulan, bintang yang berenang di samudera angkasa bertasybih
Gunung, bebatuan, desiran angin dan gelombang laut juga bertasybih
Tanamanpun bertasybih bersama dengan gerak gemulainya
Seluruh makhluk melata dimuka bumi bertasbih
Menyatu dalam symphony orchestra senandung pujian
Hanya Allah jualah yang patut diagungkan
Hanya Allah jualah yang patut disucikan
Hanya Allah jualah yang patut dipuji
Sesungguhnya segala kebesaran, kesucian dan pujian hanya milik-Nya
Sesungguhnya seisi alam yang dilangit dan dibumi
Ciptaan-Nya semata bagi mengabdi kepada-Nya

Awal September 2011/ Syawal 1432 H
( by : musni japrie )

HARI KEMENANGAN


Gema takbir menerawang angkasa
Gempita tubuh-tubuh kecil berlarian penuh kegembiraan
Usailah sudah ramadhan bulan penuh baraqah dan magfirah
Tibalah 1 Syawal hari kemenangan
Kemenangan membentengi diri dari godaan hawa nafsu
Dalam puasa sejak fajar hingga terbenam mentari

Tibalah iedul fitri hari kemenangan
Kemenangan dalam menggapai beribu baraqah
Kemenangan dalam mengharap magfirah
Kemenangan memperoleh nilai seribu bulan
Harapan merangkul ganjaran berlipat
Dalam perjalanan panjang masa depan tak berujung

Usailah sudah bulan perjuangan menangguk rahmat
Kembali terlahir dalam fitrah tanpa catatan dosa
Kembali bentangkan layar membelah samudera kehidupan
Dihempas gelombang dalam nyanyi liku-liku dunia
Yang tidak mengenal belas kasih
Istiqomahlah dalam memeluk erat kemenangan
Niscaya payung ridha melindungi hamba-hamba –Nya yang shalih dan shalihah

Ujung Kota Tepian, 1 Syawal 1432 H /30 Agustus 2011
( by : musni Japrie )

SELAMAT DATANG 1 SYAWAL


Rembang petang akhir ramadhan berangsur memudar
Temaram senja menjelang
Mentari mulai tersapu dikaki langit seberang
Hilal 1 syawal bersembunyi malu berselaput senyum
Membisikkan ucapan lembut selamat jalan ramadhan
Bulan dengan banyak ampunan dan berlipat ganjaran
Selamat datang 1 syawal
Selamat datang iedul fitri hari kemenangan
Hari terlahir kembali kesucian diri
Dibasuh oleh taubat dan ibadah ramadhan
Hari kemenangan dalam membelenggu hawa nafsu
Mengharamkan yang halal dalam berpuasa
Hari kemenangan memberanggus godaan syaitan yang memikat
Selamat datang hari kegembiraan
Hari berbagi kebahagian dan kasih
Bagi sesama insan beriman
Dalam menggapai ridha Allah

Akhir Ramadhan 1432 H/29 Agustus 2011
( by : Musni Japrie )

SELAMAT TINGGAL ROMADHON


Bulan tua diakhir romadhon semakin meredup
Tenggelam diufuk barat
Berakhirlah perjalanan menempuh waktu
Ramadhan pamit untuk pergi dan kembali di lain waktu
Purna dan usailah tugasnya mengawal hamba-hamba
Selesailah bulan yang penuh keutamaan

Perjalanan biduk ditengah samudera ibadah mendekati pantai
Perjalanan yang tidak sunyi dari hantaman gelombang dan badai hawa nafsu
Romadhon Engkau bulan tempat dimana hamba-hamba diuji
Mengharamkan yang halal semata berharap ridha
Dihadang bisikan syaitan yang mendayu-dayu penuh pesona
Tetapi biduk tegar bagaikan batu karang tak termakan zaman
Pelabuhan tempat berlabuh penuh dengan balasan ganjaran yang berlipat
Hamba-hamba yang dinantikan nikmat pahala

Akhirnya biduk merapat dipulau harapan
Terpuaskan segala perjuangan selama romadhon dengan kemenangan
Kemenangan melawan godaan hawa nafsu sebulan berlalu
Romadhon bulan yang dengan penuh keutamaan
Mengakhiri tugasnya membawa hamba-hamba berkelana
Tuk mendapatkan imbalan yang berlipat ganda
Terimakasih romadhon, engkau telah hanyutkan kami dalam berpuasa
Selamat tinggal romadhon, selamat jalan bulan penuh ampunan

Akhir romadhon 1432 H
( by: Musni Japrie )

Jumat, 26 Agustus 2011

" D U S T A "



Katanya beriman kepada Allah Yang Maha Tunggal
Tidak ada Ilah selain Dia
Dia Yang Maha berkuasa tidak tertandingi
Tapi kenapa didustakan
Melarungkan sesajen di laut
Mempersembahkan ritual pesta bumi
Menyembelih hewan untuk selain Dia
Kita percaya selain Dia masih ada Ilah-ilah lain
Sungguh ternyata masih ada dusta

Katanya beriman kepada malaikat
Namun ingkar akan dua pencatat kebaikan dan keburukan
Tidak pernah malu berbuat kedzaliman dan kemaksiatan
Tidak pernah merasa takut akan pertanyaan Munkar dan Nakir
Tidak pernah malu kepada malaikat yang selalu bertasybih

Katanya beriman kepada Kitab-kitab Allah
Namun al-Qur’an tidak dijadikan pelita hati
Ayat-ayat al-Qur’an dibacakan untuk yang mati
Kitabullah hanya sebagai lantunan musabaqah

Katanya beriman kepada para Rasul
Muhammad Rasul-Nya terakhir
Diicintai sepenuh hati
Tapi sunnahnya diabaikan dan diingkari
Bid’ah dijadikan kebanggaan dibela sepenuh hati
Teladan Rasul diterlantarkan dan ditinggalkan

Katanya beriman kepada hari akhir
Percaya akan hari perhitungan
Percaya adanya hidup abadi sesudah kematian
Percaya akan keberadaan surga dan neraka
Namun selalu bergaul dengan perbuatan maksiat
Larangan dijadikan sahabat
Perintah wajib dilupakan

Katanya beriman kepada takdir
Kehendak-Nya pasti terjadi
Keputusan-Nya pasti terealisasi
Tapi ketetapan-Nya diingkari
Rezeki dari-Nya tidak disyukuri

Minggu terakhir Ramadhan 1432
( by: musni japrie )

Sabtu, 20 Agustus 2011

A N A K K U


by : Musni Japrie

Anakku kalian buah cinta
Titipan dari sang Pencipta
Nikmat tak terkira kalian terlahir dalam islam
Kalian kertas putih yang diatasnya dilukiskan iman
Bukan majusi, yahudi atau Nasrani
Kalian akan menghalangi jalan kami kesurga
Bila tidak menyalakan cahaya imam di hati kalian

Anakku……..
Jagalah Sang Khalik
Niscaya Dia akan menjagamu
Dia telah penuhi hak-hak kalian
Penuhilah hak-hak-Nya oleh kalian
Ta’ati Dia, jangan kalian durhakai Dia
Syukuri Dia tapi jangan kalian kufuri
Amalkan syari’atnya dan jangan kau abaikan perintah-Nya
Jangan kau coba kau dekati Larangan-Nya, jauhi sejauh-jauhnya
Takutlah kalian kepada-Nya
Jangan kalian sombong, karena kalian berjalan diatas bumi-Nya

Anakku kalian buah cinta
Jadilah kalian menjadi perindu Wajah-Nya
Rendahkan diri kalian di hadapan-Nya
Sujudlah kalian ditelapak kaki-Nya
Kalian adalah hamba-hamba-N ya yang duafa
Telusuri jalan-Nya
Jangan ikuti jalannya syaitan
Abaikan ajakan hawa nafsu
Karena hawa nafsu berselaputkan kenikmatan yang menipu
Jalan kepada-Nya terselubung kepahitan
Syaitan dengan sekutunya menjadikan dosa semanis gula, seindah pelangi
Cinta dibuatnya pahit, sepahit empedu
Neraka dihiasinya dengan kenikmatan
Surga dihiasi dengan derita
Janganlah kalian tertipu olehnya

Tepian Mahakam, 21 Ramadhan 1432 H