Tampilkan postingan dengan label Puisi islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2011

" Masih Ada hari Esok ":



Mendung tidak lah selalu kelabu
Di baliknya masih ada mentari bersinar cerah
Malam tidaklah selalu kelam mencekam
Masih ada hari esok penuh harapan
Hujan badai takkan lama dan pasti berlalu
Kemarau kering kerontang melanda persada
Terhapus deraian air di musim penghujan
Menumbuh kembangkan permadani rerumputan
Rerantingan pepohonan tidaklah gersang selamanya
Karena akan bersemi pucuk-pucuk hijau semerbak

Laut tidak selamanya bergelora menghempaskan biduk
Laut tenang angin berhembus lembut menanti
Layar berkembang melaju dihembus angin daratan
Samudera luas seperti tak bertepi dikaki langit
Di ujungnya menanti pulau menjemput harapan
Bahtera tidaklah berlayar tanpa henti
Tepian tempat berlabuh selalu menanti

Jalan tidaklah selalu mendaki dan berliku
Di hadang krikil dan bebatuan tajam
Di ujungnya menanti jalan lurus dan mulus
Cerita tidaklah pernah tidak selesai
Panggung sandiwara pastilah usai
Derita kehidupan niscaya berujung
Masih ada hari esok penuh harapan

(By : Musni Japrie )
Kota Tepian, 17 September 2011

Kamis, 15 September 2011

" P e m u r a h "



Belum ditadahkan tangan meminta
Engkau telah curahkan beragam nikmat
Tak terhitung jumlahnya
Bagi setiap makhluk bernyawa di hamparan bumi
Sungguh Engkau Maha Pemurah ya Rabb ……..

Belum sempat terucap mohon dan pinta
Engkau hamparkan rezeki ke bumi-Mu
Setiap insan mendapatkan bagiannya sendiri-sendiri
Engkau murahkan rezeki bagi hamba-hamba-Mu
Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Rezeki ya Rabb……

Kepada hamba yang durhaka
Kepada hamba yang patuh
Engkau tebarkan kemurahan-Mu
Engkau curahkan rezeki dari-Mu
Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih bagi hamba-hamba-Mu

Meski Engkau Maha Pemurah
Meski Engkau Maha Pemberi rezeki
Meski Engkau Maha Pengasih
Masih banyak hamba-hamba-Mu yang durhaka
Masih banyak hamba-hamba-Mu yang ingkar

Ya Rabb Yang Maha Pemurah
Ya Rabb yang Maha Pemberi rezeki
Ya Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Jangan Engkau jadikan kami hamba-hamba yang durhaka
Jangan Engkau jadikan kami hamba-hamba yang inkar
Masukkan kami kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang bersyukur

Tepian Mahakam ,17 Syawal 1432 H /. 15 September 2011
By: Musni Japrie

" P E M U R A H "



Belum ditadahkan tangan meminta
Engkau telah curahkan beragam nikmat
Tak terhitung jumlahnya
Bagi setiap makhluk bernyawa di hamparan bumi
Sungguh Engkau Maha Pemurah ya Rabb ……..

Belum sempat terucap mohon dan pinta
Engkau hamparkan rezeki ke bumi-Mu
Setiap insan mendapatkan bagiannya sendiri-sendiri
Engkau murahkan rezeki bagi hamba-hamba-Mu
Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Rezeki ya Rabb……

Kepada hamba yang durhaka
Kepada hamba yang patuh
Engkau tebarkan kemurahan-Mu
Engkau curahkan rezeki dari-Mu
Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih bagi hamba-hamba-Mu

Meski Engkau Maha Pemurah
Meski Engkau Maha Pemberi rezeki
Meski Engkau Maha Pengasih
Masih banyak hamba-hamba-Mu yang durhaka
Masih banyak hamba-hamba-Mu yang ingkar

Ya Rabb Yang Maha Pemurah
Ya Rabb yang Maha Pemberi rezeki
Ya Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Jangan Engkau jadikan kami hamba-hamba yang durhaka
Jangan Engkau jadikan kami hamba-hamba yang inkar
Masukkan kami kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang bersyukur

Tepian Mahakam ,17 Syawal 1432 H /. 15 September 2011
By: Musni Japri
e

Sabtu, 10 September 2011

" YA T U H A N "


Tuhan-ku
Resah dan gelisah menyergap diri
Tersesat di belantara hutan kehidupan duniawi
Kelam tiada cahaya dilorong labirin yang menggurita
Berliku lereng terjal menghempaskan diri
Riuh rendah ajakan untuk mengembara di dalamnya
Tuhan-ku
Mata hati ini buta dari melihat keindahan surgawi
Terselubung pandangan indah gemerlap duniawi
Hati ini membeku dibalut kesombongan
Tidak pernah tergetar dengan sentuhan iman
Terbuai dalam lumpur kehidupan menyesakkan

Tuhan-ku
Tangan ini tidak pernah menadahkan tangan kepada-Mu
Kaki ini tidak pernah diajak melangkah menuju-Mu
Pendengaran ini tidak berkesempatan mendengarkan kalimah-Mu
Mata ini belum pernah meneteskan air penyesalan
Lisan ini belum pernah dibasahi dengan istigfar

Tuhan-ku
Teteskan embun pagi menyegarkan di kalbu ini
Mencairkan kebekuan dalam iman kepada-Mu
Nyalakan lentera pencerah hati
Tuntunlah langkah ini kejalan ridha-Mu
Basuhlah lumpur dalam diri ini dengan ampunan-Mu
Hamparkan persada untuk bersujud menghadap-Mu

Tuhan-ku
Balutkan hati yang terbelah ini dengan cinta-Mu
Sisipkan dalam jiwa ini kerinduan untuk-Mu
Teteskan embun tangisku dalam penyesalan
Bentangkan tangan-Mu menerima taubatku
Puaskan hasratku untuk kembali bercinta dengan-Mu

Tepian Mahakam, 13 Syawal 1432 H
( by : musni japrie )

Jumat, 09 September 2011

SENJA DI BIBIR PANTAI



Kusapukan tatapan mata kelaut lepas
Memandangi alunan gelombang berebut menjilat pantai
Debur ombak memecah buih membasahi pasir putih
Dibawah mentari petang menebarkan cahaya lembut
Menyapa burung camar yang terbang meniti laut

Laut membiru tak berujung
Perahu nelayan beriringan berlomba melaut
Kepak sayap elang laut pulang kesarang
Rembang petang beringsut menjemput warna kemuning
Riuh hati gundah gulana menyapa alam di bibir pantai
Merenung dibawah belaian angin lembut desiran daun cemara laut

Pasang air laut menyentuh rasa membasahi diri
B erdiri lunglai menanti senja di bibir pantai
Sepuhan warna kekuningan di langit petang semakin memudar
Terhapus lukisan senja merah tembaga
Mentari jauh dikaki langit beranjak pamit keperaduan

Alunan syahdu seruan menuju sang maha Pencipta
Menggelitik jiwa membangkitkan rasa
Bersujud dipersada hamparan hijau
Melepas rindu yang bergayut mesra
Menghantarkan senja indah dibibir pantai
Menjemput purnama dalam kalbu yang mengharu biru

Samarinda, 9 Agustus 2011
( by : Musni Japrie )

Sabtu, 27 Agustus 2011

Awal Kehancuran



Jika sang Pencipta mememerintahkan untuk membalikkan semesta
Mengakhiri kehidupan pertama ini
Ia memerintahkan peniup sangkakala
Untuk kehancuran semesta
Tiupan sangkakala melepaskan segala yang mengikat
Terlepaslah segala hal yang mengikat diantara bnagian bagian semesta
Bumi bergetar dan berguncang keras
Gunung-gunung menumpahkan isi perutnya
Menjadi kapas- kapas yang berhamburan

Langit meledak dengan keras
Rusaklah seluruh aturan
Bintang-bintang pecah dan matahari gelap gulita
Hilanglah seluruh cahaya
Isi semesta kehilangan eksistensinya
Luluhlah semua komposisi langit
Peredaran isi langit berantakan
Bagaikan tembaga yang luluh sempurna
Alam menjadi kabut dan asap
Sebagaimana sebelum keberadaan bumi diciptakan sang Khalik
Sebagai awal kehancuran alam semesta

( Dipetik dari Tamasya ke Negeri Akhirat oleh Syaikh Mahmud al-Mishri )
27 Agustus 2011/ramadhan 1432

Senin, 15 Agustus 2011

KUKETUK PINTU-MU




By : Musni Japrie


Tuhan………
Tertatih-tatih hamba datang mengetuk pintu-Mu
Terseok lelah membawa membawa beban tak perpikulkan
Setumpuk dosa segunung maksiat
Yang hamba kumpulkan dalam perjalanan ini

Tuhan……….
Hamba yang daif ini bergelimang lumpur hitam dunia
Berjalan dengan kesombongan diri
Mempertontonkan kepada manusia rasa ujub diri hamba
Bersemayam dalam kalbu penyakit jiwa hasad,iri dan dengki

Tuhan………
Hamba datang didepan pintu-Mu
Teteskan dalam sanubari hamba embun belas kasih-Mu
Berilah lentera di kalbu hamba penerang ke jalan-Mu
Rangkullah hamba dengan ampunan dan maaf-Mu

Tuhan………..
Mentari telah lama berangkat menuju rembang petang
Desahan nafas tersentak-sentak
Terimalah permohan ampun hamba
Selagi matahari matahari masih diufuk timur
Curahkanlah magfirah-Mu

Tuhan ......
Terimalah hamba dengan segala seluruh kecintaan-Mu
Tempatkanlah hamba di surgamu yang penuh kenikmatan
Jauhkan dan jangan dekatkan hamba dari siksa-Mu
Yang tak sanggup hamba menanggungnya

Di Ujung Kampung , Pertengahan Ramadhan 1432 H

Minggu, 14 Agustus 2011

CINTAKU ENGKAU SEGALA-GALA NYA



By : Musni Japrie


Cintaku Engkaulah segala-galanya
Aku reguk habis nikmat tak terhitung dari-Mu
Engkau hamparkan apa yang aku minta
Engkau berikan kehangatan cinta dengan siraman mentari pagi
Engkau buai aku dengan selimut malam dalam tidurku
Engkau lukis keindahan rembang petang dengan untaian pelangi
Tetapi semuanya terabaikan dariku
Lirikan rindu dunia dan lambaian tangan-tangan nafsu berahi
Kemilau gemerlap harta dan nyanyian bisikan syaitan
Membuat aku tergoda dan jatuh terlena dibuai mimpi fatomargana
Aku berlari meninggalkan cinta-Mu
Mengejar cinta dengan janji-janji kosong
Melalaikan aku dari cinta-Mu
Aku telah berbagi cinta dengan selain Engkau

Wahai yang Maha Segala-galanya
Engkau tak pernah tinggalkan aku dari cinta-Mu
Engkau bisikkan kembali rindu-Mu
Terbangun aku dari tidur dan mimpi yang melalaikan
Wahai yang mempunyai rindu
Hidupkan kembali lentera hati yang telah memadam
Rangkul aku kembali dalam hariban-Mu
Bangkitkan gairahku untuk bercinta dengan-Mu
Gelitiklah kalbuku dengan rindu kepada-Mu
Dalam fajar, siang, rembang petang, temaram senja dan gelapnya malam
Utuhkan cintaku hanya untuk-Mu
Tolonglah aku untuk tidak lalai dari-Mu wahai yang kucinta.

Tepian Mahakam, media Agustus 2011

Selasa, 09 Agustus 2011

MENGIKUTI JEJAK RASUL



BY : Musni Japrie

Terpahat di dinding kalbu setiap insan mu’min
Ungkapan kata sang pemberi teladan
Kuwariskan dua pusaka tak ternilai
Kitabullah dan as-sunnah

Tali pengikat agar kalian tidak salah memilih
Jalan menuju akhlakul karimah
Apabila kalian saling terpecah
Kembalilah kepadanya
Kitabullah kalamullah
As-sunnah jalan hidupnya Rasul

Di padang arafah
Di haji perpisahan
Rasul pilihan pemimpin umat
Dibisiki pesan : ‘Telah sempurna agama ini “
Lengkaplah sudah syari’at
Jauhkan perkataan ulama yang menyalahi kitabullah dan as-sunnah
Jadilah insan yang berpegang teguh pada jejak Rasulullah

Empat belas abad silam Rasul pilihan berpesan
janganlah membuat yang baru dalam agama
Hal-hal yang baru dalam agama tertolak dan sesat
Sesat itu tempatnya di neraka
Pegang teguhlah sunnahnya Rasul dan sunnahnya para sahabat
Gigit dengan geraham kalian.

Berjalanlah di jejak yang Rasul gariskan
Warisan sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in
Diriwayatkan ulama salafus shalihin
Sunyi dari bid’ah

Jalan Jakarta, BB-12
Romadhan 1432