Kamis, 11 Agustus 2011

WAHAI KEKASIH



By : Musni japrie


Wahai kekasihku
Kulantunkan nada cintaku untukmu
Nada cinta yang penuh kerinduan untuk memelukmu
Rindu yang tak bertepi bergelayut dalam hayalku

Wahai yang tersayang
Dimatamu kulihat ada bayang-bayang
Anganku merengkuhmu dalam terawang
Tergoda aku akan candamu diantara bintang-bintang

Wahai adinda
Engkau bunga hati berhiaskan kemala cinta
Engkau balut rindumu dalam bisikan senja
Bagaikan burung kenari menari ria

Selasa, 09 Agustus 2011

MENGIKUTI JEJAK RASUL



BY : Musni Japrie

Terpahat di dinding kalbu setiap insan mu’min
Ungkapan kata sang pemberi teladan
Kuwariskan dua pusaka tak ternilai
Kitabullah dan as-sunnah

Tali pengikat agar kalian tidak salah memilih
Jalan menuju akhlakul karimah
Apabila kalian saling terpecah
Kembalilah kepadanya
Kitabullah kalamullah
As-sunnah jalan hidupnya Rasul

Di padang arafah
Di haji perpisahan
Rasul pilihan pemimpin umat
Dibisiki pesan : ‘Telah sempurna agama ini “
Lengkaplah sudah syari’at
Jauhkan perkataan ulama yang menyalahi kitabullah dan as-sunnah
Jadilah insan yang berpegang teguh pada jejak Rasulullah

Empat belas abad silam Rasul pilihan berpesan
janganlah membuat yang baru dalam agama
Hal-hal yang baru dalam agama tertolak dan sesat
Sesat itu tempatnya di neraka
Pegang teguhlah sunnahnya Rasul dan sunnahnya para sahabat
Gigit dengan geraham kalian.

Berjalanlah di jejak yang Rasul gariskan
Warisan sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in
Diriwayatkan ulama salafus shalihin
Sunyi dari bid’ah

Jalan Jakarta, BB-12
Romadhan 1432

Senin, 08 Agustus 2011

RASULULLAH SANG TELADAN


By : Musni Japrie


Mentari pagi menyelinap diseantero padang pasir tandus
Mengoyak gelapnya malam kejahilan
Telah datang sosok pembawa risalah
Pembimbing umat dari kebangkrutan iman
Yang menenggelamkan syirik penyembahan berhala
Telah datang sosok pemimpim umat
Sang pencerah kalbu pembawa lentera hati
Menerangi kegelapan jiwa yang diselimuti kebodohan
Menuntun umat dengan santun bangkit dari kesesatan
Merangkul dalam pelukan hangat agar umat tidak tersesat jalan
Menunjuki umat kepada peng Esaan Sang Pencipta
Membawa umat untuk sujud kepada satu-satu nya yang hak untuk disembah
Menjauhkan penyembahan kepada selain Allah
Telah datang Sang Pencerah
Mengajak kepada keta’atan hanya pada Allah semata
Mengajak kepada keta’atan menjalankan syari’at
Memerintahkan menjauhi segala bentuk larangan
Rasulullah sang pemberi teladan bagi umah

Rasulullah sang pemimpin teladan
Yang memberi teladan bagi pemimpin umah
Rasulullah sang penguasa teladan
Yang wajib diteladani oleh seluruh penguasa di muka bumi
Rasulullah sang pemutus teladan
Yang menjadi teladan bagi para hakim

Wahai Rasulullah teladan kami
Engkaulah teladan dalam segalanya
Engkau contohkan menjadi suami yang baik
Engkau contohkan hidup zuhud tidak tergoda harta
Engkau tinggalkan sikap angkuh dan sombong untuk kami teladani
Senyummu yang selalu menghias bibir gambaran kerendahan hati
Patut kami teladani
Engkau teladankan mencintai saudara muslim karena Allah
Kami ta’ati apa yang engkau pesankan
Tuk menggapai kemaslahatan umat

Wahai sang pemberi teladan
Engkau menjadi ikutan umah dalam bertauhid
Ikutan dalam ibadah
Ikutan dalam habblumminallah
Ikutan dalam habblumminannas
Engkau adalah teladan kami dalam amar ma’ruf nahi munkar

Wahai Rasulullah sang pemberi teladan
Engkau teladan kami menuju telagamu di surga
Engkau teladan kami menjauhi siksa api neraka
Engkaulah yang telah memberikan tuntunan
Untuk berbuat bagi dunia dan akhirat kami

Di ujung kampung, romadhan 1432 H


Minggu, 07 Agustus 2011

RASULULLAH ENGKAU KECINTAAN UMAT



by : Musni Japrie

Shalawat dan salam bagimu ya Rasulullah
Penghulu para nabi
Nabi terakhir yang diutus Allahurabbi
Nabi yang ummi
Nabi yang menjadi kekasih Allah
Pemberi petunjuk bagi seluruh bani Adam
Engkau ya Rasul telah menerangi kegelapan hati umat karena kejahilan
Engkau bagaikan obor yang menerangi agar tidak tersesat jalan
Engkau bagaikan mentari pagi menguak kegelapan malam
Engkau bagaikan lentera hati membuka kesadaran
Engkau Rasul yang menghapus kegelapan syirik
Menghapus penghambaan manusia pada berhala
Menuju jalan tauhid kepada Allah Yang Esa
Engkau da’wahkan islam bagi segenap umat
Sarana menuju kemaslahatan umat
Ya Rasul kecintaan umat
Engkau khalifah dimuka bumi
Penguasa tanpa mahkota
Penguasa tanpa istana
Penguasa tanpa harta melimpah
Penguasa yang ditakuti dan disegani kaum musyrik dan kufarmewme
Engkau lakukan jihad memerangi kemusyrikan dan kekafiran
Engkau kibarkan panji-panji kebenaran
Engkau perangi kemunkaran
Nabi dan Rasul yang menyeru kepada duakalimah syahadah

Ya Rasul kecintaan umat
Engkau wariskan dua pusaka tak ternilai
Al-Qur’an dan AS-Sunnah
Dua pusaka pegangan umah dalam melayari perjalanan hidup
Dua pusaka pemisah yang hak dan bathil
Dua pusaka penentu perintah yang wajib diikuti
Dua pusaka penentu larangan yang wajib ditinggalkan
Pusaka yang menuntun umat mencapai ridha Allah

Ya rasul kecintaan umat
Kami mohonkan syafaatmu kelak dihari penantian
Kami dahaga akan air ditelagamu yang ada di surga
Engkaulah yang kucintai melebihi cintaku pada keluarga dan diriku sendiri

Ujung Kampung, Agustus 2011

Sabtu, 06 Agustus 2011

Kusebut Kata : Subhanallaah



By : Musni Japrie

Kutatap langit membiru tanpa batas
Awan putih terapung bagaikan tebaran kapas
Burung-burung terbang menggores angkasa
Kubisikkan kata : Subhanallaah
Engkaulah Rabb yang menciptakan ini

Berdiri dibibir pantai berpasir lembut
Buih-buih gelombang berlomba membasahi tepian
Kupandangi mentari petang memerah saga
Bias pelangi mengukir kaki langit dengan warna warni memikat
Nelayan membentang layar melaju membelah ombak
Burung camar terbang rendah menggapai laut
Terucap kata :Sungguh sangat memikat hati
Buah karya pelukis nan Agung
Subhanallaah ……… terbetik disanubari

Dibelai angin petang yang membius
Terlena dipunggung bukit
Mentari menyiramkan cahayanya disela-sela dedaunan hijau
Terpukau pandangan akan hamparan sawah menguning
Berujung dikaki gunung megah dikejauhan membiru
Ribuan Unggas b erterbangan berebut memetik bulir padi
Indah nian tak terlukiskan
Tidak ada kata patut kecuali kusebutkan : Subhanallaah …..
Engkau telah ciptakan bumi ini dengan sangat sempurna

Ketika burung-burung pulang kesarang
Anak gembala dipunggung kerbau pulang kandang
Cahaya petang terhapus kemuning senja
Azan mengumandangkan nada seruan
Bergumam suara : Subhanallaah…. Indah nian ciptaan-Mu

Sudut kota, Agustus 2011

Di Pelataran Agung -Mu Nan lapang


By; KH.A.Mustofa Bisri

Dipelataran Agung-Mu nan lapang kawanan burung merpati
sesekali sempat memunguti butir-butir
bebijian yang Engkau tebarkan
lalu terbang lagi
menggores-gores biru langit
melukis puja-puji
yang hening

Di pelataran agungMu
nan lapang aku setitik noda
setahi burung merpati menempel pada pekat

gumpalan yang menyeret warna bias kelabu
berputaran mengatur
melaju luluh dalam gemuruh
talbiah, takbir dan tahmit
Dikejar dosa-dosa
dalam kerumuman dosa
ada sebaris doa
siap kuucapkan
lepas terhanyut air mata
tersangkut di kiswah nan hitam

Di pelataran agungMu
nan lapang
aku titik-titik tahi merpati
menggumpal dalam titik noda berputaran,
mengabur, melaju, luluh
dalam gemuruh talbiah,
takbir dan tahmit
mengejar ampunan dalam lautan
ampunan
terpelanting dalam qouf dan roja.

Label: Puisi KH. A. Mustofa Bisri

Jumat, 05 Agustus 2011

Puisi Untuk Ibu



By : Musni Japrie


Ketika rinduku padamu menggayut di hati
Kubuka jendela kenangan
Di figura terpampang seraut wajah milikmu
Senyum di sudut bibirmu menyembunyikan kelelahan yang menderamu
Bertahan dalam pahitnya jalan yang ditempuh
Ibu engkau bagaikan karang ditepi pantai yang tegar akan hempasan
gelombang
Engkau bagaikan burung terbang pagi mencari rezeki
Pulang sore menyuapkan makanan bagi anak kesayangan
Engkau panggul beban seorang diri
Bermandikan keringat dibawah terik sengatan mentari
Berbasah-basah oleh tetesan hujan ditengah-tengah badai
Engkau tumpahkan segalanya untuk aku anakmu
Malam dingin engkau selimuti aku dengan kehangatan cintamu
Tidak ada linangan air mata dan desah-desah kepahitan
Senyum di sudut bibirmu gambaran keikhlasanmu
Kegembiraan terpampang diwajahmu melihat aku anakmu ceria
Ibuku ………….
Ketika kerinduan akan masa kecilku menyeruak
Setetes embun disudut mataku menggenang
Aku ingat akan engkau ibuku
Betapa pahit jalan yang engkau lalui untukku
Penyesalan diri menghantui perasaan
Tak satupun yang kulakukan untukmu
Meskipun engkau tak pernah meminta balas
Hanya doa yang selalu terucap
Ya Rahman …… ampunilah dia ibuku
kasihanilah dia ibuku
Sebagaimana dia telah mengasihaniku sewaktu kecil

Ujung Kota Tepian , 5 Romadhan 1432 H