Sabtu, 09 Juli 2016

SISI-SISI BURUK /NEGATIF DUNIA MAYA DIPANDANG DARI KACAMATA AGAMA ( BAG.KEDELAPAN )


Dalam artikel bagian kedelapan sisi-sisi buruk.negatif dunia maya dipandang dari kacamata agama diketengahkan  tentang artikel atau tulisan  atau gambar-gambar yang  yang diketengahkan  merupakan sesuatu yang terlarang dilakukan oleh seorang muslim yaitu :

Menuduh Seseorang /Kelompok dengan Sesuatu Tuduhan Yang bersifat Kebohongan dan Menyesatkan

Banyak kita temukan adanya artikel , gambar atau video yang bermuatkan tuduhan baik terhadap seseorang tokoh, ulama, ustadz atau terhadap kelompok-kelompok dalam agama yang sangat menyudutkan, menyakitkan serta memalukan. Padahal tuduhan yang disampaikan tersebut samasekali tidak mendasar dan hanyalah kebohongan belaka. Padahal tuduhan yang dilontarkan tersebut samakasekali tidak mendasar kecuali karena hanya mengikuti hawa nafsu belaka serta kedengkian yang ada dihati.
Tuduhan-tuduhan yang ditujukan oleh mereka-mereka baik terhadap ulama ,tokoh agama, ustadz  dan kelompok yang tidak sejalan dengan pemikiran syubhat mereka serta berbeda manhaj tiada lain hanyalah untuk menjatuhkan kredibilitas mereka yang dituduh. Sehingga orang banyak akan menjauh dari  para tokoh, ulama, ustadz dan kelompok yang dituduh dan dihujat, kemudian orang banyak tersebut beralih menjadi pengikut para penuduh/penghujat tersebut. Penuduh dan penghujat sesungguhnya hanyalah dalam rangka pencitraan belaka.
Mereka yang dituduh dihujat dengan tuduhan-tuduhan dan hujatan dusta yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya yang banyak kita temukan dalam berbagai situs tersebut pada umumnya adalah mereka yang konsisten dalam mendakwahkan tauhid dan as-sunnah serta menolak bid’ah.
Berbagai tuduhan yang sering dilontarkan tersebut antara lain dikatakansebagai pemecah belah umat, musuh islam dari dalam, ustadz yang tidak mempunyai ilmu, tidak hafal hadits, tidak mempunyai sanad, tidak memiliki guru dan banyak tuduhan lainnya yang menyakitkan . Mereka memusuhi ulama akhlus hadits , memusuhi orang-orang  yang bermanhaj akhlul sunnnah dan bermanhaj salafus shalih.

Mereka melontarkan sekian banyak syubhat (kerancuan-kerancuan) kepada dakwah al Qur`an dan as-Sunnah ini. Namun, jika kita perhatikan dan teliti lebih dalam, ternyata tuduhan-tuduhan dan lontaran-lontaran dusta tersebut tidak berarti sama sekali. Bahkan tidak ada hakikatnya sama sekali. Seluruhnya serba terbalik dan berbalik (kepada mereka sendiri), bagaikan kaca yang pecah dan hancur berantakan. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits sebagai berikut :

Islam mengharamkan adanya tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kepada seseorang atau kelompok sebagaimana yang banyak dilakukan  oleh orang –orang fasik yang tidak suka kepada mereka yang dituduh.

Berbagai kandungan hadits tentang pelarangan melakukan atau melemparkan tuduhan tersebut antara lain disinggung dalam hadits sbb :

صحيح البخاري ٥٥٨٥: حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ الْحُسَيْنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ يَعْمَرَ أَنَّ أَبَا الْأَسْوَدِ الدِّيلِيَّ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ
سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلًا بِالْفُسُوقِ وَلَا يَرْمِيهِ بِالْكُفْرِ إِلَّا ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ

Shahih Bukhari 5585: Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Al Husain dari Abdullah bin Buraidah telah menceritakan kepadaku Yahya bin Ya'mar bahwa Abu Aswad Ad Diili menceritakan kepadanya dari Abu Dzar radliallahu 'anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang melempar tuduhan kepada orang lain dengan kefasikan, dan tidak pula menuduh dengan kekufuran melainkan (tuduhan itu) akan kembali kepadanya, jika saudaranya tidak seperti itu."

Dalam al-Qur’an surah Al Israa' (17)  ayat 36 Allah: ta’ala berfirman

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Berikutnya  dalam shahih muslim disebutkan hadits :

صحيح مسلم ٣٢٢٨: حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ لَادَّعَى نَاسٌ دِمَاءَ رِجَالٍ وَأَمْوَالَهُمْ وَلَكِنَّ الْيَمِينَ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ

Shahih Muslim 3228: Telah menceritakan kepadaku Abu At Thahir Ahmad bin 'Amru bin Sarh telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dari Ibnu Juraij dari Ibnu Mulaikah dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seandainya setiap orang diberi kebebasan untuk menuduh (tuduhannya diterima), maka akan banyak manusia membuat tuduhan (atas) darah dan harta orang lain, akan tetapi sumpah itu atas tertuduh."

Perlu diketahui bahwa sesungguhnya menuduh tersebut kelak diakhirat akan mendapatkan hukuman , sebagaimana disebutkan dalam hadits :

سنن أبي داوود ٤٤٩٧: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الرَّازِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا ح و حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ الْفَضْلِ الْحَرَّانِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عِيسَى حَدَّثَنَا فُضَيْلٌ يَعْنِي ابْنَ غَزْوَانَ عَنْ ابْنِ أَبِي نُعْمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
حَدَّثَنِي أَبُو الْقَاسِمِ نَبِيُّ التَّوْبَةِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَذَفَ مَمْلُوكَهُ وَهُوَ بَرِيءٌ مِمَّا قَالَ جُلِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَدًّا
قَالَ مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا عِيسَى عَنْ الْفُضَيْلِ يَعْنِي ابْنَ غَزْوَانَ

Sunan Abu Daud 4497: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa Ar Razi ia berkata; telah mengabarkan kepada kami. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muammal Ibnul Fadhl Al Harrani ia berkata; telah mengabarkan kepada kami Isa berkata, telah menceritakan kepada kami Fudhail -maksudnya Fudhail bin Ghazwan- dari Ibnu Abu Nu'm dari Abu Hurairah ia berkata; telah menceritakan kepadaku Abul Qasim -Nabi shallallahu 'alaihi wasallam- beliau bersabda: "Barangsiapa menuduh budaknya (zina) sementara budak itu berlepas diri dari tuduhan tersebut, maka pada hari kiamat ia akan dicambuk sebagai hukuman baginya." Muammal berkata, "Telah menceritakan kepada kami Isa dari Al Fudhail -maksudnya Fudhail bin Ghazwan-."

Dewasa ini banyak orang yang memberikan tuduhan yang kemudian diterima dan dibenarkan pula oleh orang-orang yang bodoh yang dalam bahasa arab disebut denganruwaibidhah, yaitu orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan umum. Itulah yang diperingatkan dalam Hadits:

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 )
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

((إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ…)).

Waspadalah kalian dari berprasangka, karena sesungguhnya prasangka itu sedusta-dusta perkataan [3]. HR al Bukhari (5/1976, 2253 no. 4849 dan 5717, 6/2474 no. 6345), Muslim (4/1985 no. 2563), dan lain-lain, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.

Sehubungan dengan banyaknya tuduhan dan penghinaan yang sangat menyudutkan para ulama, Ustadz  atau kelompok yang mendakwahkan tauhid dan as-sunnah  maka sesungguhnya sesama muslim diperintahkan untuk menjaga harkat dan martabat  saudara muslim lainnya, karena dalam sebuah hadits disebutkan bahwa membela harkat dan martabat sesama Muslim merupakan ibadah yang sangat mulia. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa membela kehormatan saudaranya maka Allah akan membela wajahnya dari api neraka pada hari Kiamat

مسند أحمد ١٥٧٧٣: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَجَّاجٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ قَالَ أَخْبَرَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ فَذَكَرَ حَدِيثًا قَالَ وَحَدَّثَنِي لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سُلَيْمِ بْنِ زَيْدٍ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سَمِعَ إِسْمَاعِيلَ بْنَ بَشِيرٍ مَوْلَى بَنِي مَغَالَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ وَأَبَا طَلْحَةَ بْنَ سَهْلٍ الْأَنْصَارِيَّيْنِ يَقُولَانِ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا عِنْدَ مَوْطِنٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ

Musnad Ahmad 15773: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hajjaj berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdullah yaitu Ibnu Mubarak berkata, telah mengabarkan kepada kami Laits bin Sa'ad lalu dia menyebutkan suatu hadits, berkata, dan telah menceritakan kepadaku Laits bin Sa'ad berkata, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Sulaim bin Zaid budak Rasulullahi Shallallahu'alaihiwasallam telah mendengar Ismail bin Basyir Budak Bani Maghalah berkata, Aku mendengar Jabir bin Abdullah dan Abu Thalhah bin Sahl Al Anshary berkata, Rasulullahi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang menghina seorang muslim dalam suatu urusan yang dia direndahkan kehormatannya dan diremehkan harga dirinya kecuali Allah AzzaWaJalla pasti akan menghinakannya dalam suatu urusan yang dia membutuhkan bantuan. Maka barangsiapa yang menolong seorang muslim yang dia direndahkan kehormatan dan diremehkan harga dirinya, kecuali Allah pasti akan menolongnya dalam suatu urusan yang dia membutuhkan pertolongan"

Mengingat banyaknya dalil yang melarang seseorang untuk menuduh orang lain sebagaimana yang dikemukakan diatas maka seyoyanya setiap orang menjauhkan diri dari menuduh . ( B  e r s a m b u n g )

Samarinda, Awal syawal 1437 Hijriah

O l e h : Musni Japrie

Bahan bacaan :

1.Al-Qur’an dan Terjemahan software Salafy DB 4.0 ( Arabic dictionary )
2.Ensiklopedi Kita Hadits 9 Iman, software Lidwa Pusaka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar